Wushu Mahasiswa dan Kempo Mahasiswa menjadi fokus utama pembinaan bela diri di Langkat. Kedua cabang ini sering dipertandingkan dalam Lomba Antar Kampus, menarik minat banyak peserta. Wushu menekankan keindahan dan kelincahan gerakan, sementara Kempo fokus pada efektivitas teknik pertarungan.
Kempo Mahasiswa di Langkat dikenal karena memiliki filosofi “Kasih Sayang dan Persaudaraan”. Para atlet Kempo dilatih untuk menguasai berbagai teknik, mulai dari bantingan hingga kuncian. Kempo mengajarkan bahwa kekuatan harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan pengendalian diri.
Sementara itu, Wushu menantang atlet untuk menampilkan jurus (taolu) yang sempurna dan pertarungan (sanda) yang eksplosif. Wushu adalah Cabang Olahraga yang menggabungkan seni dan pertarungan. Dibutuhkan fleksibilitas dan disiplin tinggi untuk menguasai Wushu.
Lomba Antar Kampus yang diselenggarakan oleh BAPOMI Langkat berfungsi sebagai panggung seleksi atlet. Kempo Mahasiswa dan Wushu yang berhasil menjuarai kompetisi ini akan dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA). Persaingan di setiap kelas selalu ketat.
Partisipasi Mahasiswa Langkat dalam Kempo Mahasiswa dan Wushu menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kebugaran fisik dan mental. Bela diri ini tidak hanya memberikan keahlian bertarung, tetapi juga menanamkan Nilai Kedisiplinan yang bermanfaat bagi kehidupan akademik.
Kempo Mahasiswa dan Wushu adalah Cabang Olahraga yang sangat mengandalkan konsentrasi. Latihan rutin membantu atlet meningkatkan fokus dan daya tahan tubuh. Kemampuan ini sangat krusial, baik saat ujian di kampus maupun di arena Lomba Antar Kampus.
Melalui pembinaan intensif pada Kempo Mahasiswa dan Wushu, Langkat bertekad melahirkan atlet berprestasi. Kedua Cabang Olahraga bela diri ini menjadi aset daerah untuk meraih medali, membuktikan bahwa Mahasiswa Langkat mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional.
